fbpx

Pentingnya Soft Skill dan Hard Skill Dalam Dunia Kerja

Pentingnya Soft Skill dan Hard Skill

Wabah Covid-19 yang belum mereda telah menjadi pemicu turunnya aktivitas usaha. Perbaikan indikator ekonomi pada triwulan II 2021 tidak serta merta membuat dunia usaha bangkit. Banyak perusahaan dan pengusaha yang masih menahan aktivitas usaha pada tingkat yang aman, dan sempat memicu peningkatan pengangguran.

Konsekuensi yang terjadi, banyak perusahaan yang menunda perekrutan karyawan baru. Dan ini membawa dampak turunan persaingan pasar tenaga kerja semakin ketat. Lulusan baru dari perguruan tinggi harus bersaing ketat dengan para pekerja berpengalaman yang terpaksa kehilangan pekerjaan akibat pandemi.

Di Amerika Serikat sendiri tercatat Lebih dari 20 juta tenaga kerja kehilangan pekerjaan selama pandemi Covid-19, yang mayoritas terjadi pada April 2020. Pekerjaan-pekerjaan baru sudah muncul kembali, tetapi jumlahnya baru sekitar 12,5 juta hingga Februari 2021.

Alhasil, jumlah pekerja di AS tercatat sebesar 143 juta pada Februari 2021. Jumlah tersebut terkontraksi 6,2% dibandingkan pada bulan yang sama tahun lalu.

Pentingnya Soft Skill dan Hard Skill

Mengapa Soft Skill dan Hard Skill penting?

Di tahun 2022, perusahaan tentunya semakin selektif memilih kandidat terbaik untuk bergabung di perusahaannya. Karena keadaan yang masih sulit, perusahaan bakal lebih menyeleksi calon pekerja .Untuk jadi pemenang di tengah sengitnya persaingan kerja di tahun 2022. Generasi milenial perlu membekali diri dengan soft skill dan hard skill yang mumpuni.

Hal ini dikarenakan soft skill merupakan keterampilan yang memungkinkan pekerja untuk menyesuaikan diri di tempat kerja. Seperti halnya kepribadian, sikap, fleksibilitas, motivasi, dan tata krama. Maka dari itu soft skill sangat penting sehingga sering kali menjadi alasan perusahaan memutuskan apakah kamu bakal diterima kerja atau perusahaan mempertahankan dan mempromosikan kamu untuk kenaikan jabatan.

Tidak hanya soft skill, perusahaan juga turut menginginkan seorang pelamar kerja atau karyawannya agar mempunyai keterampilan hard skill secara baik. Hal itu dikarenakan hard skill menjadi nilai tambah dalam penilaian kerja. Secara sederhananya hard skill dapat diartikan suatu kemampuan teknis yang dimiliki sesorang sesuai dengan tanggung jawab pekerjaan di suatu perusahaan yang akan dilamar atau dilakukan.

Pentingnya Soft Skill dan Hard Skill

Keterampilan teknis untuk pekerjaan web developer misalnya, maka ia harus menguasai HTML atau CSS. Ini merupakan kemampuan yang berhubungan dengan tampilan website. Hal lain yang perlu dikuasi lainnya adalah javascript, serta bahasa pemprograman.

Sementara untuk kemampuan dalam soft skill misalnya, pekerjaan di perusahaaan perbankan dengan jenis pekerjaan yaitu Customer Service atau Teller. Maka ia harus bisa menguasai kemampuan dalam berkomunikasi. Karena perusahaan menginginkan karyawan yang mampu berinteraksi secara efektif dengan orang lain atau nasabah bank. Sehingga dalam seleksi penerimaan karyawan, perusahaan ingin tahu bahwa calon pekerja sudah memiliki soft skills dalam hal berkomunikasi.

Terlepas dari apapun pekerjaan yang dilamar, atau keinginan karyawan untuk tetap bertahan di suatu perusahaan atau naik jabatan. Maka sudah tentu kemampuan dan keterampilan dalam hal soft skill dan hard skill menjadi hal yang wajib untuk dimiliki dan diperdalam.

Instagram
LinkedIn

Posting Terbaru

Menu