Sejarah Perkembangan Manajemen Risiko ISO 31000

Manajemen Risiko

Perkembangan Manajemen Risiko ISO 3100 tidak lepas dari sejarah International Organization for Standardization (ISO) yang pertama kali didirikan di London, Inggris, pada tahun 1946. Sejak perilisan standar untuk pertama kalinya yakni 1951 hingga bulan Mei 2017, telah terbit lebih dari 21.000 standar ISO terkait berbagai ragam hal.

Adapun dalam dokumen ISO/IEC Guide 2:1996, ISO mendefinisikan standar sebagai:

Document, established by consensus and approved by a recognized body, that provides, for common and repeated use, rules, guidelines or characteristics for activities or their results, aimed at the achievement of the optimum degree of order in a given context.

Baca juga: Manajemen Risiko dan Penerapannya Di Perusahaan Efek

Sementara dalam buku yang dirilis oleh Badan Sertifikasi Nasional (BSN) mengenai “Manajemen Risiko Berbasis SNI ISO 31000”. Dijelaskan di antara dokumen-dokumen standar ISO tersebut, terdapat beberapa standar yang dikenal secara luas di dunia dengan tingkat keberterimaan yang sangat tinggi. Seperti ISO 9001 untuk sistem manajemen mutu, ISO 14001 untuk sistem manajemen lingkungan,. Serta ISO 27001 untuk sistem manajemen keamanan informasi, dan ISO 31000 untuk manajemen risiko.

BSN dalam bukunya juga menjelaskan bahwa pada tahun 2005 sebuah Working Group (WG) yang beranggotakan 25 negara perwakilan dibentuk oleh Technical Management Board ISO. WG ini kemudian berhasil merumuskan sebuah standar manajemen risiko pada tahun 2009 yang kemudian di ratifikasi ISO pada tanggal 15 November 2009 sebagai dokumen ISO 31000:2009 Risk Management – Principles and Guideline. Bersama dengan dokumen ini dirilis juga beberapa dokumen masuk kategori “keluarga ISO 31000” (ISO 31000 families), yaitu ISO/IEC 31010:2009 Risk Management – Risk Assessment Techniques dan ISO Guide 73:2009 Risk Management – Vocabulary. Selanjutnya pada tahun 2011, ISO membentuk Technical Committee 262 yang kemudian merumuskan sebuah dokumen lanjutan dalam keluarga ISO 31000 berjudul ISO/TR 31004:2013 Risk Management – Guidance for the Implementation of ISO 31000. Semenjak pertama kali dirilis oleh ISO, ISO 31000:2009 mendapat sambutan yang sangat positif oleh berbagai kalangan luas. Hingga Januari 2017, tidak kurang dari 50 negara di dunia  telah mengadopsi ISO 31000:2009 menjadi standar nasional. Sementara Indonesia melalui BSN, ISO 31000:2009 diadopsi pertama kali menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan judul SNI ISO 31000:2011 Manajemen Risiko – Prinsip dan Panduan pada tahun 2011.

Baca Juga: Pentingnya Sertifikasi Profesi Tenaga Kerja Bagi Perusahaan

Manajemen risiko ISO 31000

Hingga akhirnya pada era sekarang perkembangan ISO 31000 sudah diperbarui dengan ISO 31000:2018.  Standar ini juga telah ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) sebagai standar panduan manajemen risiko dengan menerbitkan SNI ISO 31000:2018.

Kedua rujukan tersebut menyediakan panduan penerapan manajemen risiko dengan tujuan mendukung efektivitas manajemen risiko bagi para penggunanya.

Menu
error: Content is protected !!
X
Selamat Datang di Tap Kapital Indonesia
Welcome to Tap Kapital Indonesia